Wagub Jatim Hadiri Peresmian Majlis Taklim Imadul Bilad di Kejayan-Pasuruan

 
PASURUAN, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengajak kepada seluruh komunitas majelis taklim pengajian untuk ikut menjaga dan memperkuat rasa silaturahmi antar umat muslim atau ukhuwah islamiyah. Sehingga, melalui ukhuwah islamiyah tersebut diharapkan persoalan penyakit sosial seperti narkoba, kejahatan remaja yang saat ini marak terjadi di tengah-tengah masyarakat dapat ditanggulangi.

"Saya mengajak, kepada Komunitas Majelis Taklim Imadul Bilad untuk turut menjaga ukhuwah islamiyah guna membantu pemerintah menanggulangi penyakit sosial masyarakat," pinta Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Pengajian Komunitas Majelis Taklim Imadul Bilad di Djoglo Kedjajan Kab. Pasuruan, Minggu (29/9).

Ia mengatakan, pemerintah tidak bisa mengatasi permasalahan sosial secara sendiri. Maka, dibutuhkan peran serta masyarakat salah satunya lewat majelis taklim pengajian yang banyak melibatkan ibu-ibu.
Selain itu, menurut Emil, majelis taklim juga berperan penting sebagai sarana bertukar pengalaman, terutama membantu pemerintah dalam merumuskan maupun mengambil kebijakan.

"Majelis taklim pengajian inilah kekuatan untuk memperjuangkan kebijakan di Jatim," ungkapnya.
Lewat silaturahmi tersebut, kegiatan pengajian juga turut menghindarkan umat muslim dari fitnah akhir zaman. "Fitnah akhir zaman sangatlah kejam, maka salah satu cara untuk mengatasinya lewat majels taklim pengajian seperti ini sekaligus memperkuat ukhuwah islamiyah," terangnya.

Emil berharap, majelis taklim pengajian ini bisa terus keliling syiar kan ilmu agama. "Saya mendoakan agar majelis taklim bisa terus langgeng dan keliling mensyiarkan ilmu agama dan menyebarkan ukhuwah islamiyah disatu titik ke titik lain," tambahnya.

Diakhir sambutannya, Emil juga menyampaikan program Nawa Bhakti Satya yang dicanangkan Pemprov Jatim. Salah satu program yang dijalankan adalah Jatim Berdaya yang bertujuan untuk menggerakkan semua lapisan masyarakat.

"Jatim Berdaya juga mengajak semua golongan masyarakat dari tua sampai muda baik laki-laki maupun perempuan untuk terlibat dalam pembangunan di Jatim," imbuhnya.
Sementara itu, pembina pengajian Imadul Bilad Anwar Sadad mengatakan, awal terbentuknya majelis ini berawal dari permintaan masyarakat yang ingin menyatukan majelis taklim pengajian di Pasuruan yang selama ini tersebar di banyak desa ataupun dusun.

Pihaknya berharap, setelah diresmikannya taklim pengajian ini bisa menjadi pemicu lebih aktif berkumpulnya para jamaah dalam bentuk majelis ilmu agama dan mendapatkan manfaat banyak hal.

"Nanti di akhir zaman seperti ini, kita diwajibkan untuk terus bersama-sama secara berjamaah guna menghadapi fitnah akhir zaman. Salah satunya lewat majelis taklim pengajian seperti ini," tutupnya. (rr).

0 komentar:

Posting Komentar

kirim ke email : satuwarta@yahoo.com