Pertahankan Lahan Pertanian, Agar Lumajang Tetap Menjadi Lumbung Pangan

Ir. Paiman, Kepala Dinas Pertanian Lumajang
Salah satu usaha untuk mempertahankan posisi Lumajang sebagai salah satu Kabupaten yang mampu mensuplay kebutuhan pangan di Jawa Timur, salah satunya akan dilakukan dengan cara mempertahankan luasan lahan pertanian di Lumajang. Selyas 32.323 hektar lahan pertanian di Lumajang, akan diupayakan secara maksimal untuk tidak beralih fungsi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang Ir. Paiman mengatakan, jumlah luasan lahan pertanian tersebut sudah ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah atau RT/RW Kabupaten Lumajang, hingga tahun 2032 mendatang. Agar usaha itu dapat dipertahankan, maka usaha pengendalian harus dilakukan agar tidak banyak sawah yang beralih fungsi, misalnya perumahan dan keperluan lainnya.
"Luasan itu memang harus kita pertahankan. Apalagi kabupaten Lumajang selama ini memang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang dikenal sebagai lumbung pangan dan mampu mensuplay beras untuk daerah lain. Di Jawa Timur ini ada 10 Kabupaten yang masuk katagori produsen beras tertinggi, dan ini harus kita pertahankan," kata Ir. Paiman kepada media ini beberapa waktu lalu.
Usaha untuk mempertahankan Lumajang sebagai lumbung pangan tidak hanya dengan cara mempertahankan luasan lahan pertanian saja. Namun dari sisi peningkatan produktivitas pertanian harus dilakukan. Diantaranya melalui pola tanam Jajar Legowo, yang belakangan sedang dikembangkan oleh Dinas Pertanian Lumajang.
Menurut Paiman, sampai tahun 2012 lalu, baru 15 persen saja lahan pertanian yang ada di Lumajang yang sudah menggunakan cara tanam padi Jajar Legowo. Diharapkan pada tahun ini, jumlah luasan lahan pertanian yang mengikuti jejak petani lainnya mencapai 50 persen.
"Kita berharap setengah dari lahan pertanian di Lumajang akan menggunakan cara tanam dengan konsep Jajar Legowo. Karena memang terbukti pola ini cukup membantu petani dalam meningkatkan produktivitas pertaniannya. Saya sangat yakin, kalau ada petani yang berhasil dengan pola ini, secara getuk tular yang lain akan mengikuti. Makanya kami yakin tahun 2013 ini, jumlahnya akan semakin meningkat, dan produksi padi kita juga akan mengalami peningkatan," kata Paiman kemudian.

0 komentar:

Posting Komentar

kirim ke email : satuwarta@yahoo.com