Gubernur Jawa Timur, Berikan Penghargaan Kepada Alberth Warga Asal Papua

MOJOKERTO (satuwarta.com) – Peran serta masyarakat untuk meng clean-up Kali Brantas adalah kerja nyata warga Jatim untuk mengemban amanat lingkungan sekaligus sejarah yang semakin menggugah. Kenduri Agung Pengabdi Lingkungan (KAPAL) Jatim hadir dalam perannya menjadi prakarsa itu menjaga Kali Brantas agar tetap lestari bagi kepentingan sosial budaya maupun ekonomi dan ekologi bagi generasi sekarang dan mendatang.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Kata dia, Apabila biota laut yang ada tidak segera dilindungi dan dilestarikan akan mengalami kepunahan. “Saya mengajak marilah kita berlayar menyosialisasikan dan menyiarkan kepada masyarakat untuk ikut melestarikan lingkungan Kali Brantas,”ajaknya saat menghadiri Ekspedisi Laksamana Nala Clean-Up Brantas dan Pengukuhan Kartini Pengabdi Lingkungan KAPAL Jawa Timur, di Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (5/5).

Menurut Gubernur yang biasa disapa Pakde Karwo itu, berbagai kreasi para pengabdi lingkungan merupakan langkah konkrit untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan yang memiliki pengaruh ekonomi besar untuk mewujudkan kemakmuran di Jatim. Membersihkan Kali Brantas, memasak menggunakan biogas, dan sistem berkebun melalui mekanisme green house untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, jelas akan menghemat pengeluaran untuk kebutuhan belanja bahan-bahan pangan harian.

Lebih lanjut disampaikannya, kebutuhan hidup dapat terpenuhi melalui pengelolaan lingkungan termasuk olah sampah bisa dibudidayakan dan niscaya memiliki arti ekonomi yang baik, Penghematan belanja sehari-hari akan mengakumulasikan pendapat yang bertambah serta tabungan yang membesar. Sirkulasi budidaya tanaman pangan dan olah sampah menjadi biogas maupun kompos di arena rumah-rumah warga dengan sistem green house akan membawa dampak positif lingkungan yang semakin menghijau, kehidupan keluarga dan perkampungan akan asri serta keselamatan lingkungan akan tercipta. “Rentetannya adalah udara menjadi bersih dan langit yang biru akan tercipta di Indonesia,” jelasnya 
Pada kesempatan itu Pakde Karwo menyerahkan berbagai macam bantuan antara lain 100 ribu bibit pohon, tenda kegiatan Brantas Center, jaket tanggap bencana, alat pencacah enceng gondok untuk KAPAL Jatim. Ia juga memberikan bantuan berupa plastic oil destilator kepada Albert Torey Stones dari Papua. Selain bantuan itu, Bude Karwo memberikan bantuan berupa pupuk kompos organik dan pupuk cair organik selury kepada Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, serta alat biogas kepada Kartini Pengabdi Lingkungan KAPAL Jatim.

Pakde Karwo juga melakukan penandatanganan prasasti pencanangan Brantas Center, Sertifikat Peresmian Sekolah Alami Kiblat KAPAL Jatim, sertifikat peresmian pupuk organik dan pupuk cair selury Kapalganik,  sertifikat peresmian rumah hijau KAPAL Jatim untuk budidaya sayur organik Kota Mojokerto, sertifikat pengolahan ncanangan budidaya ikan lokal Brantas di Kota Mojokerto, serta sertifikat pencanangan budidaya ikan lokal Brantas di Kabupaten Mojokerto.

Seusai acara ekspedisi, Pakde dan Bude Karwo menanam pohon di Bantara Kali Brantas, dilanjutkan naik perahu mesin melakukan inspeksi dan menyapa para ekspeditor KAPAL Jatim. Setelah itu, Pakde dan Bude Karwo mengunjungi 1.000 Kartini Pengabdi Lingkungan yang sedang menggoreng onde-onde dengan menggunakan kompor berbahan bakar biogas produk KAPAL Jatim hasil olah sampah. 
Sementara itu Bude Karwo sebagai Ketua Tim Penggerak PKK yang ikut mendampingi Pakde Karwo menyatakan bahwa kegiatan KAPAL yang mengukuhkan 1000 Kartini pengabdi lingkungan merupakan implementasi pelaksanaan 10 Program PKK, khususnya menanggulangi pencemaran lingkungan domestik.

Sebagai Ketua KAPAL Jatim, Prof. Suparto Wijoyo mengatakan bahwa kegiatan Ekspedisi Laksamana Nala merupakan kegiatan masyarakat yang ingin ngramut,ngrumat dan ngruwat Kali Brantas. “Kita ingin menyampaikan kepada dunia bahwa Bangsa Indonesia tidak hanya sibuk dengan demokrasi, tetapi juga sibuk dengan demokreasi dan demoinovasi,”jelasnya. 

Sementara Ir. Alberth Torey Stones, MT  penerima Piagam Penghargaan Pengabdi lingkungan Jawa Timur yang diundang secara khusus oleh Pak De DR. Soekarwo, SH, Mhum Gubernur Jawa Timur, merasa bangga "sebagai warga Papua yang ada di Kota surabaya, ada suatu penghormatan kepada orang Papua yang turut mengabdi untuk menjadikan Jawa Timur menjadi Suatu kota yang bersih dan ramah lingkungan" Kata Alberth usai menerima Penghargaan dari Pak De Karwo,

Selanjutnya Alberth berpesan "adik -adik dan Masyarakat Papua asal Papua yang ada di Kota surabaya, selain kalian belajar di Surabaya perbuatlah yang positif dan hendaknya jadikan Kota Surabaya dan Jawa Timur sebagai tempat yang betul - betul bersih dari lingkungan, hendaknya pengalaman yang kalian peroleh disini nantinya dapat anda praktekkan di kampung Halaman, tambah Alberth saat ditemui beritalima.com.

Fikzer, AP
Sebagai orang Papua mengucapkan terima kasih kepada Walikota Surabaya Tri Risma  yang telah memberikan kepercayaan kepada Fikzer AP sebagai Camat Sukolilo Surabaya, Tambah Alberth .
Ditempat terpisah Fikzer, AP merasa bangga terhadap penghargaan yang diberikan Gubernur Jawa Timur, "Saya sangat terharu atas Penghargaan yang diberikan bapak Gubernur Jawa timur, dan atas nama Warga Papua yang ada di Kota surabaya ini saya bersama adik-adik asal Papua selalu berkoordinasi untuk berbuat yang terbaik untuk Surabaya, Terima Kasih Pak De" tambah Fikzer saat dihubungi beritalima.com via Ponselnya (fen)

0 komentar:

Posting Komentar

kirim ke email : satuwarta@yahoo.com